Mungkin…

ORGANISASI
sebuah kata tapi berjuta rasa ada di dalamnya kalau anda berada di dalamnya (itu menurut saya😛 )…
ada seneng, susah, sedih, konyol, lucu,dll… campur aduk pokoknya…

ada satu hal yang menjadi pertanyaan di kepala saya dari kemaren
kenapa saat pembentukan panitia dari suatu acra mesti ada yang “meri” atau iri????
ada yang bilang :::kenapa to kok aku g diajak??? kenapa to kok cuma orang2 itu aja????:::
Awalnya saya berpikir, apakah hal itu hanya terjadi di negri seberang… tapi ternyata tidak..
Tadi saya mengikuti sebuah rapat pembentukan panitia… di situ lamaaaaaaaaaaaaaaaaa buanget bahas ttg sapa masuk kemana…
trus ditengah2 itu ada sebuah usulan… gimana kalau yang ada di sini aja dulu yang “ditempatkan” pada posisinya…
Ada sebuah pertanyaan juga muncul ” ini yang dimasukin semua atau yang aktif2 aja????” (kalau g salah denger, pertanyaannya kira2 seperti itu)
Dari pertanyaan itu saya jadi ingat akan kasus yang terjadi sebelumnya dimana ada anggota dari sebuah organisasi yang secara kasarnya merasa tak dianggap… hohoho
Untunglah ditengah2 saya mengingat-ingat kasus itu ada anggota rapat yang kemudian memberi solusi…
gini solusinya ” Ya kita tetep memasukkan mereka daripada nanti ada kecemburuan… tapi yan kalau misal emang yang kita masukkan itu g mau atau g niat buat kerja ya anggap saja dia g ada”

Dari jawaban itu saya pun seperti mendapat pencerahan akan kasus saya itu…
Menurut saya ada kalanya sebuah kepanitiaan membutuhkan personil yang banyak tapi ada kalanya juga hanya sedikit… Tapi banyak dan sedikitnya itu juga sangat dipengaruhi oleh kinerja dari orang yang ada di dalamnya… bisa aja sesuatu yang mungkin dianggap membutuhkan personil yang banyak ternyata dapat diselesaikan oleh sedikit orang yang punya kemauan kerja yang tingggi..

Nah mari kita sambungkan antara perasaan tak dianggap dan kebutuhan tenaga kerja dari sebuah kepanitiaan…
:::Mari kita evaluasi mulai dari perasaan tak dianggap:::
ada dua kemungkinan penyebab timbulnya perasaa itu, yaitu :
1. Memang tak dianggap
Di sini mungkin telah terjadi suatu “cap” atau “judge” dari orang2 terhadap satu orang tertentu sehingga ia memang tidak digunakan dalam kepanitiaan atau istilah kerennya di “blacklist”
Misalnya saja ada seseorang suka omong doang atau kinerjanya g beres sehingga orang2 berpikir bahwa kalau dia masuk dalam kepanitiaan malah menambah masalah… jadi kemudian mereka memutuskan untuk tidak memakainya…
(ini sebenarnya g bagus lho… sapa tau kan orang itu insyaf dan berniat sungguh2 bekerja.. heheh)
2. Orang merasa tak dianggap itu sering tidak tersedia saat dibutuhkan
Nah kalau kayak gini ni perlu introspeksi diri dulu… :::apakah saya selalu ada saat dibutuhkan????:::
Mungkin saja anda selalu dicari untuk diberi sebuah amanah atau yang dalam bahasa kasarnya diberi kerjaan.. tapiiiiiiiii… Anda g pernah muncul..
Menurutku saat kita berkegiatan dalam sebuah organisasi itu yang paling penting adalah intensitas berkumpul… Tanya kenapa????
KArena saat kita berkumpul itu (walaupun kumpulnya g resmi alias hanya bergerombol dan membicarakan sesuatu) sering kita mendapat sebuah ide baru yang menunjang kelancaran dari sebuah persiapan acara dan saat itulah orang2 yang berkumpul itu tergerak untuk melaksanakan ide itu secepatnya… Dan itu sering menyebabkan timbulnya omongan “kok aku g dijak to???”
(jadi kesimpulannya…. sering2lah berkumpul dengan rekan kerja anda :p )

itu tadi masalah perasaan tak dianggap… sekarang terkait kebutuhan tenaga kerja…
Ada kalanya banyak kepala membuat banyak opsi dan kemudian membuat semuanya tidak segera terselesaikan… Selain itu ada kalanya juga sebuah acara tidak membutuhkan personil yang banyak..
misalnya saja untuk mengadakan sebuah buka bersama di sebuah restoran… di sini jelas hanya mebutuhkan sedikit orang karena pekerjaan yang ada hanyalah mencari tempat, publikasi acara, dan juga pengumpulan uang…
Acara ini bisa saja dipegang oleh satu orang tapi karena konteksnya adalah sebuah organisasi maka agak diperbanyak orangnya (ya walaupun akhirnya tetep cuma sedikit si… hehehhe)
misalnya susunan panitianya adalah koordinator umum, sie acara (2 orang cukup menurutku),bendahara, PDD (2 orang juga udah cukup),dan sekretaris…
bisa dibayangkan dunk kalau misal anggota organisasi itu ada 50 orang dan harus jadi panitia semua… yang ada malah mubazir orang… ya kan???
Nah di sini menurutku perlu adanya sebuah pengertian dan dukungan dari orang2 yang tidak kejatahan untuk terlibat… jangan karena kita sedang tidak kejatahan untuk terlibat terus kita g mau tahu…

Mmmmm… apa lagi y??? kayaknya udahan dulu ni… udah ngantuk… g bisa berpikir lagi…
Sebuah catatan dari postingan saya ini : ini adalah opini subjektif dari saya… bisa benar bisa juga salah… hoho

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: