Ngrenehan-Watukarung

Berawal dari sebuah janji dan rencana yang panjang, kami(saya, mas kaka, n mas wawan) akhirnya brangkat bertiga menuju Wonosari dan dilanjut ke Pacitan untuk mengunjungi dwi dan nibo yg KKN di sana..

17 Juli 2011
Jam 7 baru pulang dari semalam suntuk menikmati bulan di rumah bulik trus langsung packing2 semua peralatan dan kebutuhan selama touring
Rencana kita mau beach camp di Wonosari jadi kami bawa tenda, alat masak, bahan makanan🙂
Jam 9 katanya mau di jemput sama mas kaka n mas wawan tapi sampe jam 10 lebih baru datang.. zzzzz
Nggak lama2 langsung cap cus deh
Perjalanan dipandu langsung oleh mbah google.. Sebagai navigator (yg bacain GPS) saya sebenarnya agak aneh sama peta dari mbah google ini.. Untuk jalan jogja kok cari jalannya jalan yg macet ya.. @.@ Tapi berhubung dapet amanah jadi navigator yg baik dan benar sesuai panduan dari mbah ya saya manut2 aja ngikuti jalan dari mbah google.
Perjalanan menyusuri jalan pantai selatan lewat imogiri.. Enak bgt jalannya.. Walaupun tetep naek turun dan belok2 tapi nggak rame jadi lebih safety lah untuk pengendara motor jika dibandingkan lewat jalan wonosari yg jauh lebih padat..
Perjalanan dari jogja baik2 saja sampai pada akhirnya setelah di jalan Paliyan-Panggang, udah hampir sampai di tempat KKN dwi mbah google mulai menyesatkan kita ke jalan berbatu terjal dan penuh liku.. Beberapa kali saya sempat turun dari motor dan jalan kaki karena jalannya serem bgt klo untuk boncengan..
Akhirnya jam 1/2 1an kami tiba di Pondokan KKN dwi (lupa nama dusunnya.. hehe)
Berhubung ada insiden kecil di pondok, kami nggak sampe 10 menit di pondok dan langsung menculik dwi ke pantai..
Pantai pertama adalah pantai Ngobaran.. Di sana kami naik ke atas bukit di dekat pura.. Capek sih naiknya tapi view dari sana keren bgt..

Udah puas “berjemur” di atas bukit, kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Ngrenehan yg letaknya di timur pantai ngobaran.. O iya sekedar info.. Pantai di daerah itu sebenarnya ada tiga –> Nguyahan, Ngobaran dan Ngrenehan.. Tiket masuk portal untuk ketiga pantai itu cukup murah hanya 5rb satu motor..
Di pantai ngrenehan, tujuan pertama kami adalah cari makan siang karena dari ketiga pantai yg berdekatan itu cuma ngrenehan yg merupakan pendaratan nelayan.. Di salah satu warung makan yang letaknya di kanan jalan dari arah masuk dan paling dekat pantai kami memesan tongkol asam manis..
1/2 kg tongkol harganya 10rb, ongkos masaknya 5rb tapi sayangnya nasinya klo nggak salah sekitar 25rb..
menurutku nasinya ini yg agak aneh cara jualnya.. Nggak ada model nasi yg porsinya per piring.. jadi mau 2 orang, 4 orang atau 10 orang belinya harus per 1 bakul (tempat nasi)..

Berhubung dwi ada kegiatan jadi kami bertiga ditinggal di pantai.. Saatnya muter2 pantai🙂





Jam 5 dwi baru datang lagi ke pantai.. Dan setelah sempat balik ke podokan buat pamitan kami berkemah di pantai.. Sebenarnya kami pengen kemah di atas bukit karena selain lebih aman dari resiko pasang juga lebih keren pemandangannya, tapi kami memilih berkemah di pinggir pantai karena nggak enak sama bapak2 nelayan yg ada di sana (2 cewek dan 2 cowok soalnya.. takut dikira ngapa2in.. hoho)
Kami kemah di dekat kapal2 nelayan..
inilah kemah kami

Rencananya makan malam mau beli ke warung tapi ternyata jam 7 malam udah pada tutup semua.. Akhirnya kami mengeluarkan jurus andalan saat kelaparan yaitu masak mie😀

Itu juru masak kami.. hehe
Susah ternyata masak di pinggir pantai pake api unggun.. Nyalain apinya aja susahnya minta ampun..
Satu jam kemudian mie kami baru mateng.. huhu
Ada foto keren lho dari proses masak.. dan ini asli, no edit

Abis makan bobok dech.. Ada yg menarik dari tidur di pantai waktu itu.. Semakin malam angin yang berhembus semakin dasyat sampai tenda kami berasa mau terbang dan seremnya lagi suara ombak berasa air seakan sampe ketenda kami sampe2 saya mimpi kami terkena tsunami..

18 Juli 2011
Jam 5 udah banyak nelayan yang bersiap melaut



Berhubung udah rame bgt di sekitar tenda kami, kami bangun dan nongkrong di pinggir pantai.. Selama nongkrong itu kami ngobrol dengan beberapa nelayan yang ada di situ.. Gara2 ngobrol itu kami jadi tau klo ternyata cara menangkap ikan para nelayan di sana pagi itu adalah jam 4-5 pagi brangkat menebar jaring trus mendarat lagi.. berkumpul dengan nelayan lain sambil bakar2 singkong di pinggir pantai.. jam 7an berangkat lg untuk mengangkat jaring dan jam 10an mereka kembali mendarat dengan hasil tangkapan..
O iya pelajaran IPA SD tentang angin damasila (darat malam siang laut) ternyata udah nggak berlaku bagi para nelayan di sana.. Mereka melaut dengan mesin jadi nggak perduli lagi dengan arah angin, mau brangkat kapan aja boleh.. Yang mereka perhitungkan sekarang hanyalah prediksi ada tidaknya ikan (musim ikan)

Jam 11an setelah mandi dan sarapan kami melanjutkan perjalanan menuju Pacitan (tempat KKN nibo)..
Dan lagi2 mbah goole menyesatkan kami.. jalan yg dilewati berbatu2 lagi.. >.<
Akhirnya kami melepaskan diri dari peta mbah google dan kembali ke cara tradisional yakni sistem bertanya..
Perjalanan ke pacitan melewati jalur pantai selatan lagi dan sempat melewati pantai yg saya cari keberadaannya selama ini, pantai sundak dan pantai indrayanti😀
Sampai di daerah Pracimantoro jalannya rusak minta ampun.. berkali2 saya “terbang” karena nggak siap waktu melewati jalan yg berlubang.. Akhirnya sampe juga di jalan kabupaten pacitan..
Perjuangan belum berakhir.. Mencari dusun ketro desa watukarung ternyata susahnya minta ampun.. Dari pertigaan dekat kecamatan pringkuku kami masih harus menempuh perjalanan sekitar 45 menit untuk sampai sana..
Jam 1/2 4 kami tiba di pantai TPI tempat kami bertemu dengan nibo

pantainya menurutku sama aja kayak ngrenehan.. pantai yang di apit oleh dua bukit

tapi yang beda adalah kapal nelayan yang ada disana.. Hampir semua kapal ada bendera parpolnya.. Bukan gara2 nelayan disana angota partai tapi menurut salah satu nelayan yg ada di sana, mereka memasang bendera partai di kapal mereka karena pada waktu kampanye 2009 banyak sekali bendaera yg terpasang di desa mereka dan setelah masa kampanye berakhir mereka memanfaatkan itu untuk tanda kapal mereka..

jam 1/2 5 kami baru ke podokan KKN nibo di dusun ketro (di rumahnya pak dukuh).. Di pondokan kami disambut oleh temen2 se sub unitnya nibo n pak dukuh dan bu dukuh.. Setelah istirahat sebentar kami diajak ke pantai oleh salah satu temennya nibo (lupa namanya.. hehe).. Mau nonton sun set tapi sayangnya mendung jd nggak kelihatan.. Dan bodohnya lagi kameraku ketinggalan di tas nggak kepikiran buat bawa apadahal laut sedang surut dan banyak hewan2 di sekitar karang yang lucu2 dan layak diabadikan.. ada gua juga tapi ya itu tadi, nggak bawa kamera.. huhu
Magrib kami pulang ke pondokan dan anak2 yg muslim pada ke masjid ngajar TPA (Taman Pendidikan Alquran)..
Sambil menunggu mereka kami ngobrol2 (lebih tepatnya kami ditanyai macem ) sama pak dukuh.. Habis isya mereka baru pulang dan kita makan malam bareng🙂
Nah abis makan ini yg seru.. satu unit KKN pada rapat penting di balai desa dan hasilnya kami ditinggal di rumah pak dukuh.. Kami jagongan sama pak dukuh dan mas pur (tetangganya pak dukuh).. Dari obrolan ngalor ngidul yang kami lakukan ada beberapa poin pengetahuan baru yang sayang klo dilupakan..
check this out

Ikan di laut ternyata musiman. ada yang setahun sekali, ada yg beberapa tahun sekali.. kyk misal lobster bisa 2 tahun sekali baru musim.. tapi ada juga yg ada terus, seperti tongkol dan cakalang

Saat melaut atau di pantai kita harus waspada terhadap beberapa hewan laut yang kelihatannya lucu tapi berbahaya..
Ubur2 biru/ blue bottle/ Physalia sp.. Ubur2 ini sebenarnya lucu bgt, kayak balon yang mengapung di permukaan air tapi jangan sekali2 memegang atau terkena tentakel2nya/ serabut2nya yg di bawah balon.. Sekali kena kulit akan langsung melepuh dan bahkan bisa ikut terangkat.. Selain itu racunnya akan menyebabkan susah bernafas dan dalam beberapa jam orang yang terkena akan meninggal..
Ikan merak/ Lion fish/ Pterois volitans.. Ikan ini memiliki racun di sirip punggungnya.. Jika tertusuk akan terasa nyeri dan bengkak..
Bulu babi/ Landak laut/ Echinothrix calamaris.. hewan ini biasa ditemukan di karang2 saat air surut.. jika tertusuk duri2 yang ada di sekeliling tubuhnya akan menyebabkan bengkak dan rasa nyeri..

Kami juga tau bahwa pantai pasir putih watukarung sudah sangat terkenal di luar negri dan pernah masuk majalah wisata luar negeri karena pantai itu memiliki ombak yang dapat digunakan untuk berselancar.. Pantai itu juga memiliki ombak dengan dua arah yg berbeda..

Orang2 dari luar negeri sangat senang dengan pantai2 yang ada di sini.. Selain viewnya keren, ombak yang ada di sini ternyata ombak level 8 yang sangat ingin ditaklukan oleh para peselancar asing.. Tapi parahnya mereka kemudian membeli lahan2 pinggir pantai untuk di jadikan resort.. Bahkan sekarang bukit di timur pantai pasir putih ini sudah dibeli oleh Mr. Root, sudah dibangun jalan dan diberi nama Root Island..
Denger cerita itu dalam hati saya berkata what the hell.. Mau jadi apa ni daerah klo asetnya yg bagus2 dibeli asing semua.. dan aneh bgt lho.. masak pantai boleh dibeli?? bukannya 100 meter dari pantai itu milik pemerintah??
Jadi ingat cerita dari pantai ngrenehan.. Bukit di pantai Ngrenehan juga sempat akan dibeli oleh asing dan nelayan disana tidak boleh lagi memasuki kawasan itu.. Untungnya para nelayan di sana berani menolak dan untuk menggagalkan rencana tsb maka mereka merusak dan membakar bangunan yang sempat dibangun di atas bukit..

Dan yang terakhir sebelum kami beranjak tidur adalah cerita dari pantai klayar yang bisa jadi sangat berbahaya kalau kita tidak memperhatikan kondisi air laut.. Pantai klayar emang bagus bgt, apalagi saat surut dan itu menjadi daya tarik yang luar biasa bagi para wisatawan untuk ke tengah/ bermain di laut yg surut.. celakanya para wisatawan itu tidak mengindahkan perubahan air laut.. Mereka tidak sadar bahwa air mulai pasang.. beberapa bulan ini saya kata pak dukuh sudah ada lebih dari 10 orang tewas terseret arus..
Papan peringatan sudah banyak terpasang, bahkan para penjaga pantai pun tak henti memperingatkan secara lisan tapi ya itu tadi keindahan pantai seolah menghipnotis para wisatawan..

Jam udah menunjukkan 1/2 11 dan anak2 yg tadi rapat udah pada pulang.. Mari kita tidur🙂

19 Juli 2011
jam 5 udah bangun dan kita pergi ke pantai😀
Critanya mau nonton sunrise di bukit “cinta”.. Kenapa bukit “cinta”??? Karena di bukit itu ada susunan batu yang membentuk kata LOVE


Dari atas bukit itu bisa liat pemandangan laut yang bagus bgt
dan bisa juga liat pantai sebelah😛

Nggak ada dari kami yang tau nama pantai itu tapi yg jelas dari atas tampak hijau.. jadi saya menamainya pantai “rumput tetangga lebih hijau”😀

Sekian sedikit kisah dari perjalanan kami berkunjung ke wonosari dan pacitan… Kembali ke jogja dengan jalan yang lebih waras😀

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: