terlintas tiba-tiba

aku untuk kamu, kamu untuk aku
namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda
Tuhan memang satu, kita yang tak sama
haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi

Sepenggal lirik lagu dari Marcel yg judulnya Peri Cintaku ini ntah kenapa hari ini berkali2 terlintas begitu saja di otakq.. Keinget jaman dulu sempat nggak jadi gara2 aq nggak mau keterusan n takut anak2q kayak aq yg jd korban tak sama itu..
Tapi prinsip itu jd keren lho sekarang menurutku.. hehe
Dengan prinsip itu aq menyayangi sahabat2ku (rio, arfun, amar) layaknya sodaraku dan nggak pernah terbersit sedikitpun tuk menyayangi mereka sebagai ‘sesuatu’.. Padahal normalnya aq yg notabene nggak punya pacar dan 2 orang dari mereka jg single bisa aja terpercik sesuatu, secara sering bgt ntah di dunia nyata dan maya kami bersama.. membicarakan segala hal mulai dari yg serius, duarius sampe yg berius2.. haha

Yang jelas klo denger lagu itu masih agak gimana gitu.. hoho
Tapi tetep 3 taon ini satu dan utama adalah dia yg selama ini udah jadi bahan penulisan di sini dan entah akan sampai kapan😀

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: